BATUBARA - Siang itu, Rabu (18/03/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, suasana di Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah kesunyian sebuah rumah sederhana, harapan perlahan hadir bersama langkah rombongan yang datang.
Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., hadir langsung menjenguk jurnalis senior M. Saini, yang akrab disapa Solong. Sosok yang selama ini dikenal aktif menyuarakan informasi kepada masyarakat, kini tengah berjuang melawan sakit.
Kedatangan Bupati tidak sendiri. Ia hadir bersama rombongan, membawa bukan hanya kunjungan formal, tetapi juga rasa empati yang tulus. Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah sekaligus Ketua Pendawa Kabupaten Batu Bara, Baharuddin Siagian menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti pada kata-kata.
Dilansir dari informasi yang dihimpun, dalam kunjungan tersebut Bupati juga memberikan tali asih berupa bantuan uang dan sembako sebagai bentuk perhatian kepada M. Saini dan keluarga.
Di dalam rumah itu, suasana haru tak terelakkan. Sosok Solong yang selama ini kuat di balik berita, kini menjadi pusat perhatian. Namun di saat yang sama, ia juga menunjukkan ketegaran.
Dengan suara lirih namun penuh rasa syukur, M. Saini alias Solong menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Batu Bara beserta rombongan yang telah datang menjenguk saya. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Solong.
Ucapan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran seorang pemimpin di tengah warganya bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga menghadirkan kekuatan batin.
Tak banyak yang diucapkan dalam pertemuan itu, namun doa dan harapan terasa begitu kuat. Bupati Baharuddin Siagian tampak memberikan semangat, berharap agar Solong segera pulih dan kembali menjalani aktivitasnya.
Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Ia adalah cerminan hubungan kemanusiaan—antara pemimpin dan warganya, antara pemerintah dan insan pers.
Di Desa Mangkai Lama, hari itu bukan hanya tentang seorang jurnalis yang sedang sakit. Tetapi tentang bagaimana kepedulian hadir di saat yang tepat, dan bagaimana seorang yang selama ini memberi kabar kepada banyak orang, kini mendapat perhatian yang layak ia terima. (Putra)

