BATUBARA — Peran sebagai tuan rumah dalam sebuah agenda besar bukan sekadar soal penyelenggaraan. Bagi Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., momentum itu justru dimanfaatkan sebagai panggung strategis untuk memperjuangkan kepentingan masyarakatnya.
Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (9/4/2026), di mana Pemerintah Kabupaten Batu Bara bertindak sebagai tuan rumah.
Sebagai tuan rumah, Baharuddin tidak hanya memastikan kelancaran acara, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mengarahkan diskusi pembangunan agar berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam forum yang dihadiri perwakilan 20 kabupaten/kota se-Sumatera Utara itu, ia dengan tegas menyuarakan persoalan mendasar yang dihadapi petani. Ketergantungan terhadap tengkulak menjadi sorotan utama yang dinilainya harus segera diatasi melalui keterlibatan sektor perbankan.
Bagi Baharuddin, keberpihakan terhadap petani bukan sekadar retorika. Ia mendorong lahirnya sistem yang mampu memberikan akses pembiayaan yang adil, sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan dapat meningkatkan kesejahteraannya secara berkelanjutan.
Lebih jauh, ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Batu Bara. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga peluang di bidang industri, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Langkah ini menunjukkan strategi kepemimpinan yang tidak pasif. Baharuddin membaca forum tersebut sebagai peluang besar untuk menarik perhatian pemerintah provinsi, pusat, hingga investor agar melihat Batu Bara sebagai daerah yang layak dikembangkan.
Tak berhenti di situ, ia juga secara terbuka mengundang para investor untuk berinvestasi di Batu Bara, dengan jaminan kemudahan perizinan dari pemerintah daerah. Namun, ia tetap menegaskan bahwa setiap investasi harus berpihak pada masyarakat lokal, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa arah pembangunan yang diusung tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan tema Rakortekrenbang Tahun 2026 yang mengangkat “Rehabilitasi Jaringan Irigasi dan Infrastruktur Energi Terbarukan”, Bupati Batu Bara juga menaruh perhatian serius pada pembangunan infrastruktur penunjang.
Baginya, irigasi yang baik akan berdampak langsung pada produktivitas pertanian, sementara energi terbarukan menjadi langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan.
Dilansir dari rangkaian kegiatan tersebut, apresiasi dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pelaksanaan Rakortekrenbang di Batu Bara menjadi indikator bahwa peran sebagai tuan rumah dijalankan secara maksimal.
Namun lebih dari itu, kehadiran Baharuddin sebagai tuan rumah sekaligus penggerak diskusi menunjukkan karakter kepemimpinan yang aktif, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Di tengah kompleksitas pembangunan daerah, Bupati Batu Bara terus berupaya memastikan bahwa setiap momentum tidak terlewat sia-sia. Ia menjadikan setiap forum sebagai ruang perjuangan untuk satu tujuan utama—kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan konsistensi tersebut, Baharuddin Siagian tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai representasi harapan masyarakat Batu Bara yang terus diperjuangkannya di setiap kesempatan. (Putra)
