-->
    |

Tak Disangka, Aksi Satlantas Batu Bara Jelang Sholat Jumat Ini Bikin Jamaah Terdiam

Batu Bara – Siang itu persiapan pelaksanaan Shalat Jumat dimulai, satu per satu warga berjalan menuju masjid di wilayah Kecamatan Lima Puluh, Jumat (13/2/2026). Sebagian mengenakan pakaian terbaiknya, sebagian lagi datang sederhana apa adanya. Di tepi jalan, lalu lintas tetap ramai seperti biasa.

Di tengah hiruk pikuk itu, personel Satlantas Polres Batu Bara berdiri mengatur kendaraan agar para jamaah dapat menyeberang dengan aman. Dipimpin langsung Kasatlantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., patroli siang itu memastikan tidak ada kemacetan yang mengganggu kekhusyukan ibadah.

Namun, ada pemandangan berbeda yang membuat suasana Jumat terasa lebih hangat.

Beberapa anggota Satlantas mendekati jamaah yang hendak masuk masjid. Dengan langkah pelan dan senyum tulus, mereka menyerahkan sarung dan peci kepada warga. Tidak ada seremoni, tidak ada panggung. Hanya pertemuan sederhana antara polisi dan masyarakat.

Seorang pria lanjut usia tampak menatap peci yang diterimanya sejenak. Tangannya bergetar halus saat menerimanya. “Terima kasih, Nak,” ucapnya lirih. Senyum kecil mengembang di wajahnya sebelum ia melangkah masuk ke masjid.

Momen-momen seperti itulah yang sering luput dari perhatian. Di balik tugas menjaga ketertiban dan menegakkan aturan di jalan raya, ada sisi kemanusiaan yang terus dirawat. Polisi hadir bukan hanya untuk memastikan kendaraan tertib, tetapi juga untuk memastikan masyarakat merasa diperhatikan.

Bagi Satlantas Polres Batu Bara, berbagi sarung dan peci bukan sekadar kegiatan sosial. Itu adalah cara sederhana untuk mengetuk hati, mempererat jarak, dan membangun kepercayaan. Bahwa seragam cokelat bukan hanya simbol kewenangan, tetapi juga simbol kepedulian.

Jumat siang itu mungkin berlalu seperti hari-hari biasa. Namun bagi sebagian warga, ada cerita kecil yang akan diingat—tentang polisi yang datang bukan untuk menegur, melainkan untuk berbagi. Tentang keamanan yang berjalan beriringan dengan kehangatan.

Di Kabupaten Batu Bara, hari itu, ibadah bukan hanya berlangsung di dalam masjid. Kepedulian pun turut menjadi bagian dari khutbah kehidupan. (Putra)

Komentar

Berita Terkini