-->
    |

Dari Hamparan Padi ke Harapan Baru, Sawah Viral Bahagia Jadi Nafas Ekonomi Warga Batu Bara

Batu Bara — Minggu sore (15/2/2026), angin berembus pelan di antara hamparan padi Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai. Di tengah hijaunya persawahan yang kini dikenal sebagai Sawah Viral Bahagia, tawa anak-anak bersahutan, aroma jajanan UMKM mengepul, dan wajah-wajah penuh harap berkumpul dalam satu ruang sederhana: sawah yang berubah menjadi sumber kebahagiaan.

Di lokasi itulah Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., hadir menyapa warga. Bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi perjumpaan hangat antara pemimpin dan masyarakatnya. Ia berjalan di pematang sawah, menyalami pedagang kecil, berbincang dengan ibu-ibu penjual minuman, hingga menyapa anak-anak yang berlarian di antara spot foto alami berlatar langit senja.

Bagi warga, Sawah Viral Bahagia bukan hanya tempat bersantai. Ia adalah simbol harapan.

Seorang pedagang bakso yang sehari-hari berjualan di sudut area mengaku, sebelum kawasan itu ramai, penghasilannya tak menentu. Kini, setiap sore lapaknya tak pernah sepi pembeli. “Alhamdulillah, sekarang bisa bawa pulang lebih untuk keluarga,” tuturnya dengan mata berbinar.

Tak jauh dari situ, seorang ibu penjual jajanan tradisional sibuk melayani antrean. Ia mengaku terharu karena tempat sederhana di tengah sawah itu mampu menarik pengunjung hingga dari luar daerah seperti Simalungun, Asahan, dan Deli Serdang. “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang ke warung kecil. Sekarang orang-orang yang datang ke sini,” katanya pelan, sembari tersenyum.

Kehadiran Bupati Baharuddin di tengah warga semakin menguatkan semangat mereka. Ia tidak hanya melihat pemandangan yang indah, tetapi juga denyut ekonomi yang tumbuh dari kreativitas desa. Di hadapan masyarakat, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung inovasi berbasis kearifan lokal.

“Inovasi seperti ini harus kita jaga bersama. Dari desa, kita bangun kesejahteraan. Dari kebersamaan, kita ciptakan kebahagiaan,” ujarnya.

Sawah Viral Bahagia hari itu bukan sekadar lokasi wisata dadakan. Ia menjadi ruang pertemuan antara alam, usaha kecil, dan harapan masyarakat. Di atas tanah yang selama ini hanya menghasilkan padi, kini tumbuh pula mimpi-mimpi baru.

Bagi warga Desa Sei Bejangkar, hamparan hijau itu bukan lagi sekadar sawah. Ia telah menjelma menjadi simbol bangkitnya ekonomi kreatif desa — sederhana, namun penuh makna. (Putra)

Komentar

Berita Terkini