-->
    |

Warga Batu Bara Mulai Resah! Debt Collector Diduga Nekat Tarik Paksa Mobil di Jalan

BATUBARA – Aksi penagihan utang yang diduga dilakukan secara ilegal mulai meresahkan warga Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Terbaru, sekelompok debt collector dilaporkan hendak menarik paksa sebuah mobil di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di kawasan portal Rumah Sakit, Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih.

Peristiwa tersebut terjadi saat sebuah mobil diberhentikan secara tiba-tiba oleh beberapa pria yang mengaku sebagai penagih utang. Mobil itu diduga menunggak angsuran. Namun aksi tersebut memicu keributan setelah pengemudi dan para debt collector terlibat adu argumen di lokasi kejadian.

Situasi memanas ketika warga sekitar mulai berdatangan dan mengerumuni lokasi. Merasa terdesak, para debt collector tersebut akhirnya kabur meninggalkan tempat kejadian. Bahkan, sebagian warga sempat berupaya mengejar mereka.

Pengemudi mobil bernama Budi mengaku dirinya baru saja mengantarkan anggota keluarganya yang sedang sakit. Ia kaget saat tiba-tiba dihentikan dan dituding membawa kendaraan yang menunggak angsuran selama tiga bulan.

“Saya tidak tahu soal tunggakan itu, karena mobil ini bukan milik saya,” ujar Budi di lokasi kejadian.

Sementara itu, seorang warga setempat bernama Yani mengaku resah dengan maraknya aksi debt collector yang belakangan ini kerap memberhentikan kendaraan di jalan umum.

“Kami jadi takut. Sekarang ini sering kali kendaraan diberhentikan di jalan, caranya juga seperti memaksa,” kata Yani.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan menindak tegas oknum debt collector yang diduga melakukan penarikan kendaraan tidak sesuai prosedur hukum.

Sebagai informasi, penarikan kendaraan bermotor akibat tunggakan angsuran tidak dapat dilakukan secara sepihak. Proses tersebut harus disertai dengan putusan pengadilan negeri serta mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi serupa yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia kini dilaporkan mulai merambah ke wilayah Kabupaten Batu Bara, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Putra)

Komentar

Berita Terkini